Archive

Archive for April, 2008

arsitektur e-Journal, Volume 1 Nomor 1, Maret 2008

April 15th, 2008 Comments off



Permukiman, sebagai suatu tempat terjadinya interaksi dalam masyarakat, tentunya memiliki karakteristik yang khas dari masing-masing masyarakat yang ada di dalamnya. Hal tersebut sangat bergantung pada faktor-faktor pendukungnya, baik dari sosio-kultural masyarakat, maupun dari bentuk adaptasi terhadap lingkungan di sekitar permukiman, maupun sejarah kawasan yang pernah muncul, sebagai awal terbentuknya suatu permukiman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi karakteristik pola permukiman masyarakat di Desa Pinggir Papas, Kabupaten Sumenep, untuk memperkaya tipologi permukiman masyarakat di Madura. Dipergunakan metode deskriptif, eksploratif, dan kualitatif, untuk mendapatkan informasi yang lebih detail mengenai kawasan penelitian. Dalam hal ini, Desa Pinggir Papas sebagai kawasan yang berada di pesisir pantai paling timur Pulau Madura, dapat dikatakan menjadi pintu gerbang masuknya berbagai budaya baru yang sedikit banyak dapat memberikan pengaruh bagi kehidupan masyarakatnya. Selain itu, potensi alam setempat sebagai penghasil garam terbesar di Pulau Madura, memunculkan suatu bentuk permukiman penduduk yang disesuaikan dengan kondisi alam setempat. Orientasi bangunan maupun letak bangunan-bangunan khusus maupun beberapa fasilitas yang berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat, merupakan suatu hasil observasi dan analisa yang memberikan karakteristik yang khas bagi kawasan penelitian.
Kata Kunci: Permukiman, petani garam, karakteristik

Human settlement, as an places where interaction’s happen in the societ. It have some typical characteristic from each society in depth. The settlement is base on its supporter factors, such as society socio-culture, adaptation of the environment, and also the histories of area which have emerged, as early formed of this settlement. The aim of this research is to identify the characteristic of human settlement’s pattern in Desa Pinggir Papas, Kabupaten Sumenep, as an effort to complete data of human settlement in Madura. This research utilize, explore and descriptive analysis methods and qualitative method, to get more information about researches area. In this case, Pinggir Papas as an area residing in east coastal area in Madura Island, become gateway entry of various new culture which more or less can give influence to the societies life’s. Besides, local natural potency as the biggest producer of salt in Madura Island, peeping out a specifics form of settlement which it’s adapted from the condition of local nature. The Building orientation moreover special buildings situation of some facility having an effect to society living. Represent a result of analysis along with observation giving typical characteristic to research area.
Keyword: human settlement, salt farmer, characteristic







Koridor Jalan Veteran beserta 11 bangunan di dalamnya ditetapkan pemerintah Kota Surabaya sebagai situs cagar budaya. Namun di lain pihak, JPPI telah mengkategorikan kawasan Jalan Veteran sebagai pusaka budaya terancam punah di Surabaya. Permasalahan yang mendasari penelitian ini adalah upaya pelestarian yang terlalu bersifat individual tanpa diintegrasikan dengan elemen ruang koridor, perubahan arah transportasi tidak diawali dengan façade bangunan kuno serta bangunan kuno terlantar, tidak dihuni/difungsikan. Tujuan penelitian untuk: 1) mengidentifikasi karakteristik koridor Jalan Veteran dari sejarah perkembangan, aspek guna lahan, transportasi dan kepadatan bangunan; 2) menganalisis potensi dan permasalahan menggunakan metode statistik deskriptif dan teori perancangan kota. Fungsi Jalan Veteran sebagai kawasan niaga yang dipengaruhi JMP dan Kembang Jepun dapat ditingkatkan menjadi skala regional. Arus transportasi dipengaruhi arus menerus (82%) dan arus lokal (18%) dengan kelas pelayanan C. Tipologi ruang dinamis dengan sifat ground figuratif. Potensi yang dimiliki adalah kebijakan pelestarian pemerintah yang sangat mendukung, fungsi kegiatan tidak pernah berubah sejak masa kolonial, skala dan tipologi ruang yang harmonis dapat menciptakan keselarasan visual. Permasalahan yang dimiliki adalah kondisi transportasi mengurangi pandangan ke facade bangunan kuno, prosentase arus menerus yang lebih besar dari arus lokal, konflik parkir antara kendaraan pribadi dengan kendaraan barang dan elemen street furniture yang belum dihadirkan sebagai pembentuk identitas cagar budaya.
Kata kunci : Jalan Veteran, cagar budaya, potensi, permasalahan

Veteran Street and 11 buildings in it are confirmed by Surabaya’s Government as an Urban Heritage. In the other hand, JPPI has categorized Veteran Street as a nearly destroyed urban Heritage in Surabaya. Basic issues of this research are individual preservation in Veteran Street without involving street’s elements, transportation changing is not start in heritage's facade n abandoned/unfunctional buildings in Veteran Street. The aims of research are: 1) identify Veteran street characteristic from historical, land use, transportation and building mass aspects; 2) analyze potent ion and issues using descriptive statistic method and urban design’s theory. Veteran street’s role as business district that effected by JMP and Kembang Jepun can be develop into regional scale, transportation if affected by continuously current (82%) and local current (18) with level of service (LOS) C. Harmonic space typology with ground figurative character. The potent ions are a very supporting preservations policy in Surabaya, the land use’s never change since Colonial period, a harmonic scale and space can create a harmonious visual. The issues are transportation condition reduces the view to facade, presentation of continuously current is bigger than local current, conflict between private vehicle and carriage, and street furniture’s elements are not yet present as an urban heritage identity former.
Key words: Veteran Street, urban heritage, potent ion, issues







Tujuan studi ini, yaitu untuk mengidentifikasi karakteristik lingkungan fisik dan bangunan kuno yang ada di Kampung Arab Malik Ibrahim, dan mencari penyebab terjadinya perubahan fisik bangunan kuno. Metode yang digunakan, yaitu metode deskriptif untuk mengidentifikasi karakteristik penyebab terjadinya perubahan fisik Kampung Arab Malik Ibrahim Gresik. Data yang digunakan berupa data sekunder yang didapatkan dari instansi terkait serta studi kepustakaan, dan data primer yang didapatkan dari observasi langsung, wawancara, dan penyebaran kuisoner dengan jumlah sampel sebanyak 52 bangunan kuno. Pola penggunaan lahan menunjukkan bahwa di Kampung Arab Malik Ibrahim peruntukan lahannya masih didominasi (87%) oleh permukiman. Ruang terbuka hanya sebatas halaman rumah-rumah penduduk. Sirkulasi pergerakan lalu lintas di Kampung Arab Mali Ibrahim sebagian besar mengarah ke Jalan Malik Ibrahim karena di jalan tersebut terdapat wisata ziarah makam Malik Ibrahim. Perubahan yang terjadi pada bangunan, yaitu penambahan ruang, perubahan wajah bangunan, pengubahan bentuk pagar, pengubahan warna cat, bentuk atap, pengurangan dan penambahan bentuk interior, pengubahan genteng, perubahan bentuk pintu dan penambahan ornamen.
Kata kunci: pelestarian, Kampung Arab

The aims of this study are to recognize the physical environment characteristic and the ancient buildings which be subsist in Kampong Arab Malik Ibrahim, and to find out a various reasons the physical change of ancient buildings. Research method used in this study is explanation method for characteristic identification and various reasons of physical change of Kampong Arab Malik Ibrahim. Data used is secondary data be originate from administration authority interrelated along with literature study. Primary data is originated from field observation, interview, and distributing questionnaire with number of sample amounting to 52 ancient buildings. The pattern of land use shows that Kampong Arab Malik Ibrahim the allotment of the land use is still lead (87%) by settlement. Open space in that area merely limited of yard of resident houses. The circulation movement of traffic the majority direct to Jalan Malik Ibrahim because of at that place exist sightsee of devotional visit to the grave of Malik Ibrahim. The changing which take place at the building is additional of room, change of buildings façade, modification form of fence, modification paint of color, form of roof, reduction and additional of the interior, modification of the roof tiles, change form of the doors, and addition of the ornament.
Keyword: preservation, Kampong Arab







Tujuan dari penelitian adalah: (1) mengidentifikasi dan menganalisis citra kawasan Alun-alun Tugu sebagai kawasan bersejarah berdasarkan persepsi masyarakat, (2) menganalisis dan mengevaluasi kualitas dan kepentingan kawasan Alun-alun Tugu berdasarkan aspek-aspek dalam diagram Place sehingga diperoleh arahan dan saran bagi kegiatan pelestarian. Penelitian dilakukan melalui pendekatan fenomenologis, yaitu mengadakan telaah deskriptif dari pengalaman pengamat (responden) dalam menghayati suatu lingkungan (kawasan) kota; dan dalam proses analisis menggunakan metode deskriptif dan evaluatif. Hasil penelitian adalah (1) citra kawasan bersejarah pada Alun-alun Tugu, berdasarkan: [a] pemetaan kognitif, terdapat lima elemen kawasan yang diidentifikasi masyarakat memiliki nilai sejarah dan memberikan citra bersejarah pada kawasan, [b] pemaknaan kawasan, masyarakat memberikan nilai keterikatan terhadap tempat yang positif, baik secara emosional maupun fungsional.; (2) kualitas dan kepentingan kawasan Alun-alun Tugu sebagai kawasan bersejarah menurut masyarakat kurang memberikan kepuasan yang ditunjukkan dengan tingkat kesesuaian sebesar 82,05% dan 92,57%, sehingga terdapat aspek-aspek yang perlu ditingkatkan agar kepuasan masyarakat terpenuhi.
Kata kunci:
citra kawasan, kawasan bersejarah, Alun-alun Tugu

This research aims: (1) to identify and analyze Alun-alun Tugu area image as historical area based on society perception, (2) to analyze and evaluate the importance and performance of Alun-alun Tugu area based to the aspect of Place diagram, is so that obtained suggestion and instruction for preservation activity. This research using the phenomenology approach that is performing a descriptive study through the observer (respondents) experience in involving an environment (area) of a city; and in course of analyze using the descriptive and evaluate method. As the result are (1) historical area image of Alun-alun Tugu, based on: [a] cognitive mapping, there are five area element that identified by society have history value and give historic image to the area, [b] place attachment, the society assign value binding to place which are positive, for emotionally and functional; (2) importance and performance of Alun-alun Tugu area as historical area is less give satisfaction with according to level equal 82,05% and 92,57%, so there are aspects which need to be improved to fulfilled the society satisfaction.
Keywords:
area image, society perception, Alun-alun Tugu





Pengaruh kolonialisme di setiap wilayah Nusantara sangat luas, hal ini disebabkan masa penjajahan Belanda sangat lama. Salah satu hasil pengaruh kolonial yang masih terlihat jejaknya sampai sekarang, yaitu pabrik gula, meskipun secara umum ada persamaan. Namun, masing-masing mempunyai bentuk perkembangan arsitektur yang khas, berbeda satu dengan yang lainnya. Oleh karena itu, dalam mengkaji arsitektur kolonial Belanda di suatu wilayah, dilakukan dengan jalan mengkaji kasus per kasus. Metode penelitian ini adalah studi kasus, dengan pendekatan sejarah menyangkut perkembangan kawasan dengan sudut pandang arsitektur, menyangkut perkembangan tata permukiman dan tipologi rumah-tinggal. Kasus penelitian adalah perumahan karyawan Pabrik Gula Pesantren Baru, Kediri. Perpindahan lokasi pabrik dan kantor merupakan ciri yang menonjol dari pabrik gula ini, sehingga berbeda dengan kondisi pabrik gula sejenis yang ada di seluruh Indonesia. Kecenderungan gaya arsitektur kolonial di dalam kompleks pabrik diwarnai dengan gaya arsitektur lain yang membuat wajah perumahan karyawan ini mempunyai ciri arsitektur yang beragam.Hasil penelitian ini, yaitu perkembangan tata lingkungan di permukiman Pabrik Gula Pesantren Baru, yang dibagi menjadi tiga zonasi ruang, yaitu Zona Privat, Zona Semi Publik, dan Zona Publik (semakin bertambah luas areanya). Ditinjau dari hasil pembagian periodesasi ternyata mempunyai pengaruh terhadap tipologi rumah-tinggal. Salah satu faktor penyebabnya, yaitu masa pemerintahan yang berbeda, yaitu tahun 1890 (pemerintahan kolonial Belanda), tahun 1958 (pemerintahan Orde Lama) dan tahun 1979 (pemerintahan Orde Baru). Ditinjau dari tipologi geometri, fungsi dan zonasi ruang, yaitu kolonial dan pasca kolonial.
Kata kunci:
perkembangan permukiman, tipologi rumah-tinggal, pabrik gula

The colonialism power in every region archipelago is extremely wide; this reason caused of a long time colonization period of the Dutch. One of the colonial influence records it can be seen awaiting to the recent day, that is the sugar industry, in spite of in generally is similar. Nevertheless, in that order contain a figure of architecture development characteristic dissimilar with the others. Because of in the Dutch colonial architectural studies in an area carry out with case by case. Research methods used in this study is case study, with historical approach relate to development area accompanying to the architecture point of view, included the development of settlement arrangement and housing typology. The research object is employee housing of Pesantren Baru sugar industry in Kediri. The removal area of industry and office comprise an characteristic that shown from this sugar industry, in anticipation of dissimilar with the condition of sugar industry variety which be existent in the entire of Indonesia. The tendencies of colonial architecture style in industrial compound with other a variety of architecture style that create a face of employee housing contain a variety of architecture characteristic. The result of this study is the arrangement development of housing area. The sugar industry Pesantren Baru divides into three zone spaces that are private zone, semi private zone and public zone (increasingly widespread area). The observation result from divide into period it appears contains an influence relating to housing typology. The one factors is a various government periods, in 1890 (the Dutch colonial government), in 1958 (Orde Lama Government) and 1979 (Orde Baru government). Observe from geometric typology, function and space zone to be exact as colonial and pasca colonial.
Key words:
setlement development, housing tipology, sugar industry

Copyright © 2008 by antariksa
Categories: Uncategorized Tags: