Archive

Archive for September, 2009

Bangunan Lama di Kota Baru-Jogjakarta

September 25th, 2009 Comments off








Photos taken in September 22, 2009
Copyright © 2009 by Antariksa
Categories: Uncategorized Tags:

Bangunan Lama di Kota Malang Part 2

September 11th, 2009 Comments off




Photos taken in September 6, 2009
Copyright © 2009 by Antariksa
Categories: Uncategorized Tags:

arsitektur e-Journal, Volume 2 Nomor 2, Juli 2009

September 3rd, 2009 Comments off

arsitektur e-Journal, Volume 2 Nomor 2, Juli 2009 hal. 79-89


ORNAMEN BANGUNAN RUMAH TINGGAL

DI KAMPUNG KEMASAN GRESIK


Nur Qomariyyah, Antariksa, Ema YunitaTitisari

Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Jalan MT. Haryono 167, Telp. 0341-567486, Malang 65145, Indonesia

e-mail: nurqomariyyah.archlima@gmail.com; riarch_lima@yahoo.com


ABSTRAK

Gresik merupakan salah satu kota pantai utara Pulau Jawa yang memiliki keistimewaan berupa kota multi etnis, sehingga meninggalkan artefak arsitektur yang unik, khas dan beragam. Artefak yang merupakan warisan budaya (cultural heritage) kawasan kota lama dengan berbagai keanekaragaman arsitektur bangunannya. Salah satu kawasan kota lama adalah Kampung Kemasan yang terletak di sekitar pelabuhan dan pusat Kota Gresik. Bangunan rumah tinggal di Kampung Kemasan memilki karakter kuat yang unik dan menarik, yakni bentuk ornamen dengan pengaruh budaya sesuai dengan tingkat ekonomi, sosial, budaya yang terjadi di kalangan masyarakat pada waktu itu. Tujuan studi ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis jenis dan karakteristik ornemen bangunan rumah tinggal di Kampung Kemasan serta menganalisis keterkaitan budaya yang mempengaruhi atau membentuk ornamen pada rumah tinggal tersebut. Metode yang digunakan dalam studi ini adalah metode deskriptif kualitatif melalui pendekatan historis. Teknik pengumpulan data berupa observasi lapangan, wawancara dan studi pustaka. Jenis dan karakteristik ornamen pada rumah tinggal di Kampung Kemasan memiliki perbedaan dengan rumah tinggal pada umumnya. Hal tersebut terlihat dengan adanya beragam ornamen yang unik dan khas pada atap bangunan, badan bangunan dan kaki bangunan. Ornamennya memiliki bentuk dan motif geometris dan flora mendapat pengaruh budaya Cina, Arab dan Eropa.

Kata Kunci: ornamen, budaya, rumah tinggal


ABSTRACT

Gresik is one of the north seaside cities in Java Island which has an area of especially resembling multi ethnic’s city and left unique architecture artifact with particular and various diverse. The artifact is consisting of a cultural heritage in old city area with any of building style architecture. One part of the old city areas is Kampong Kemasan which placed around the area of harbor and in the center of Gresik city. The building houses in Kampong Kemasan have an unique characteristic and remarkable, as the form of ornaments with culture influences according to the economic level, social, culture which appear in the circles of community at that time. The aim of this study is to identified and to analyze a kind of ornament characteristic building houses in Kampong Kemasan and to analyze the interrelatedness culture which influences or formed the ornaments of the building houses. The method which used in this study is qualitative description through historical approach. The technical of data collecting are field conservation, interview, and literary study. The kind and characteristic ornaments of building houses in Kampong Kemasan have difference unique and special ornaments with other building houses regularly. The difference is shown with a various unique specific ornaments in the roof, body, and foot of the buildings. The form and motif is geometrical and floral with cultural influences from Chinese, Arabians and European.

Keywords: ornaments, culture, house


arsitektur e-Journal, Volume 2 Nomor 2, Juli 2009 hal. 90-99


PELESTARIAN KAMPUNG KEMASAN KOTA LAMA GRESIK


Cahya Riski, Antariksa, Surjono

Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Jl. Mayjend Haryono No, 167 Malang 65145 - Telp. (0341) 567886

e-mail: wiranegara_85@yahoo.com


ABSTRAK

Kawasan Kota Lama Gresik, merupakan cikal bakal terbentuknya Kabupaten Gresik yang memiliki nilai sejarah tinggi serta kekhasan kawasan dilihat dari aspek fisiknya. Pergeseran fungsi kawasan dari pusat industri pada masa kolonial Belanda menjadi kawasan permukiman saat ini merupakan hal yang melatarbekalangi studi ini. Tujuan studi ini adalah untuk mengidetifikasi karakteristik fisik (pola guna lahan dan bangunan kuno) dan non fisik (sosial, ekonomi, dan hukum) yang membentuk kawasan Kota Lama. Metode yang digunakan dalam studi ini adalah metode deskriptif untuk mengetahui karakteristik fisik dan non fisik kawasan Kota Lama, dan metode evaluatif untuk mengevaluasi bangunan kuno potensial dengan penilaian makna kultural. Hasil pembobotan dapat diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu bangunan kuno potensial tinggi, bangunan kuno potensial sedang, dan bangunan kuno potensial rendah. Hasil studi studi menunjukkan bangunan kuno yang termasuk potensial tinggi berjumlah 26 bangunan, potensial sedang berjumlah 36 bangunan, dan potensial rendah berjumlah 78 bangunan.

Kata kunci: sejarah Gresik, pelestarian, bangunan kuno, kawasan Kota Lama


ABSTRACT

The district of old city Gresik is the first beginning of Gresik regency possess a high historical value and unique area based on its physical aspect. The transitioned of function area from centre of industry in Dutch colonial era be located a settlement area is an entity that encourage this study. The purpose of this study is to identification physical (land use and old-fashioned building) and non physical (social, economic, and law) characteristics that shaped old city district. Methods that used in this study are descriptive method to know physical and non physical characteristics of the old city and evaluative method to evaluate potency of old-fashioned building with cultural meaning scoring. The scoring result is classified in three categories, which is a high potential building, medium potential building, and low potential building. The result of this study shows that the old-fashioned building counted to high potential are 26 buildings, medium potential are 36 buildings, and low potential are 78 buildings.

Key word: history of Gresik, conservation, old-fashioned building, old city district


arsitektur e-Journal, Volume 2 Nomor 2, Juli 2009 hal. 100-119


VITALITAS KAWASAN KOTA DKI JAKARTA


Amalia Nur Latifah, Antariksa, Fadly Usman

Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Jl. Mayjen Haryono 167 Malang 65145; Telp (0341) 567886

e-mail: amalia.nurlatifah@yahoo.com


ABSTRAK

Kawasan Kota merupakan salah satu kawasan bersejarah yang berada dalam wilayah Pemprov DKI Jakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi dan tingkat vitalitas Kawasan Kota, serta penyebab utama menurunnya vitalitas kawasan tersebut. Pengkajian kondisi dan tingkat vitalitas kawasan menggunakan metode analisis deskriptif-evaluatif. Sementara pengkajian faktor utama penyebab menurunnya vitalitas kawasan menggunakan metode analisis evaluatif (analytic hierarchy process). Vitalitas Kawasan Kota ditinjau melalui aspek fisik dan aspek non fisik dengan menggunakan 12 variabel. Hasil penelitian menunjukkan Kawasan Kota berada pada tingkat vitalitas sedang, atau dalam kondisi hidup tapi kacau. Dari hasil perhitungan Analityc Hierarchy Process, kepedulian pemerintah ditentukan sebagai faktor non fisik utama, dan sistem transportasi ditentukan sebagai faktor fisik utama penyebab menurunnya vitalitas Kawasan Kota DKI Jakarta.

Kata kunci: kawasan bersejarah, vitalitas kawasan


ABSTRACT

City area is one of the historical sites that exist in the area of DKI Jakarta Province. The aims of this research are to identify the condition and vitality area level, and to identify the main factor of vitality area decreases. The study of condition and vitality area level is used descriptive-evaluative analysis method, while the study of the main factor of vitality area decreases used analysis-evaluative method (analytic hierarchy process). The vitality of city area is observed through physical and non-physical aspect using 12 variables. The result shows that Kota area is in the mid-level of vitality or in other word in a condition of screw living. From the Analytic Hierarchy Process calculate, the government attention is pointed as the principal non-physical factor, and transportation system is pointed as the principal physical factor that reason the DKI Jakarta’s area vitality decrease.

Key words: historical site, area vitality


arsitektur e-Journal, Volume 2 Nomor 2, Juli 2009 hal. 120-129


PERMUKIMAN TRADISIONAL SUKU SASAK DI DUSUN SENARU


Tody Auliya, Surjono, Antariksa

Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Jl. Mayjen Haryono 167 Malang 65145 – Telp. (0341) 567886

e-mail:givemea_wish@yahoo.com


ABSTRAK

Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik kawasan Dusun Senaru sebagai kawasan permukiman tradisinal Suku Sasak dengan menggunakan metode deskriptif-eksploratif. Hasil yang diperoleh dari studi ini adalah karakteristik Dusun Senaru dalam hal kebijakan merupakan zona kultural, merupakan kawasan pertanian, memiliki citra kawasan yang jelas. Masyarakat berprofesi sebagai petani (90%), zona aktivitas bekerja 500-1 km (94%), pendapatan tidak tetap (100%), aksesibilitas yang baik, terdapat hubungan keluarga anak-ayah dalam pola hunian (53%). Adanya konsep senioritas dalam pola permukiman, dan pembentukan struktur ruang permukiman berdasarkan ritual budaya masih mengakar, masih ada pembagian orientasi ruang, dan persepsi wisatawan menyatakan perlu pelestarian (93%).

Kata kunci: sosial-budaya, konsep filosofis, kearifan lokal


ABSTRACT

The aims of this study is to identify characteristic of Senaru village area as Sasaknese traditional-settlement used descriptive-explorative methods. The results obtain from the study are characterized Senaru village in the policy of a cultural zone, the area is agriculture, have an obvious image of the area. People work as farmers (90%), zone activity work 500-1 km (94%), and fee not fixed (100%), accessibility is good, there are link father-child families in the residential patterns (53%). The concept seniorities in settlement patterns, and the establishment of settlements based on structure of space ritual culture still strong, still have the division of space orientation, and perceptions of tourist’s states need to be conserving (93%).

Keywords: social-culture, philosophic concept, local wisdom


arsitektur e-Journal, Volume 2 Nomor 2, Juli 2009 hal. 130-141


PELESTARIAN KAWASAN BERSEJARAH

ISTANA TAMAN AIR SOEKASADA

KARANGASEM BALI


W.A. Wardhana, Antariksa, Tunjung W. Suharso

Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Jl. Mayjen Haryono 167 Malang 65145 – Telp. (0341) 567886

e-mail: turbo_dhan@yahoomail.com


ABSTRAK

Tujuan dari studi ini adalah untuk mengidentifikasi karakteristik lama sosial budaya dan fisik serta perubahan dari kawasan bersejarah Istana Taman Air Soekasada. Metode yang digunakan pada studi ini adalah kulitatif-historis-deskriptif. Hasil studi menunjukan fungsi kawasan sebagai balai budaya terbesar, monumen persahabatan dan permukiman berkonsep muslim mulai terancam hilang secara permanent. Kegiatan kesenian budaya yang bertahan adalah yang berlatar belakang upacara religi. Penghasilan warga banjar muslim dari sektor laut dan pertanian kini tidak mencukupi karena harus menopang model masyarakat yang telah mengalami gejala perubahan menuju masyarakat berkebutuhan urban. Sebagai dampaknya tingkat kesejahteraan banjar muslim sangat rendah. Perubahan pada status lahan terutama terjadi akibat adanya land reform pada tahun 60-an. Sebagai akibatnya kepemilikan lahan kawasan bersejarah kini sebagian besar beralih ke tangan individu. Pada etnisitas tata ruang fisik Hindu, perubahan terjadi dalam berbagai macam kondisi kerusakan alam atau akibat tangan manusia. Pada etnisitas tata ruang muslim, perubahan terutama terjadi pada orientasi tata ruang dan bangunan tradisional yang beralih menjadi modern. Perubahan sarana dan prasarana kawasan yang paling menonjol adalah kehadiran sebuah komplek villa yang merusak fungsi spiritual di dalam kawasan istana.

Kata kunci: pelestarian kawasan bersejarah, istana/keraton, perubahan kawasan.


ABSTRACT

The aims of this study are to identify the old socio-cultural and physical characteristi changes from palace area of Istana Taman Air Soekasada. The methode of this study is used descriptive-historical-qualitative. The results of this study shown that the area’s function such as the biggest traditional customs, the monument of friendship and the Moslem settlement concepts are threatened to be extinct. Only the arts exhibition with religion motivation can be existed from a time. Villager income from fishery sector and farms not enough to any further extent to suports their own needs since they transformed into urban villagers models. The effect is their wealhty banjar Moslem being decreased. The changes of lands owner in historical area’s site occur because lands reformation in 60-era. The effects are almost of all certificates moving into individual person. The ethnicity of Hindus phsycal space change comes because varians damages on it buildings, caused by nature or human hand. The ethnicity of Moslems physical space (the village) change comes in the orientation of space it self, that transforming the traditional buildings to modern buildings. The changing of structures and instruments area’s is mainly be present of the moderns villa’s complex that destroy the spiritual function of the palace site.

Keywords: conservation of historical area, palace, area changes.


Copyright © 2009 by Antariksa

Categories: Uncategorized Tags: