Archive

Archive for October, 2010

arsitektur e-Journal, Volume 3 Nomor 2, Juli 2010

October 7th, 2010 Comments off

arsitektur e-Journal, Volume 3 Nomor 2, Juli 2010 hal. 63-76


PELESTARIAN BANGUNAN DAN LINGKUNGAN

KAWASAN KERATON KANOMAN KOTA CIREBON


Dewi Nurbaeti, Antariksa, Fadly Usman

Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Jl. Mayjen Haryono 167 Malang 65145, Indonesia, Telp (0341) 567886

email: siimoet_tea@yahoo.co.id


ABSTRAK

Tujuan dari studi ini adalah untuk mengidentifikasi karakteristik bangunan kuno dan lingkungan, mengidentifikasi penyebab terjadinya penurunan kualitas bangunan kuno dan lingkungan, serta menentukan pelestarian dalam melindungi bangunan kuno dan lingkungan pada Kawasan Keraton Kanoman. Metode yang digunakan adalah deskriptif, evaluatif, dan development. Kondisi bangunan kuno di Kawasan Keraton Kanoman menunjukkan adanya penurunan kualitas fisik, hal ini terlihat dari banyaknya elemen bangunan yang mengalami kerusakan. Sebanyak 27 bangunan kuno dengan kondisi tidak terawat, 24 bangunan kuno dimanfaatkan sebagai tempat sosial budaya dan 25 bangunan kuno berusia lebih dari 200 tahun. Lahan terbangun yang tersedia di Kawasan Keraton Kanoman mencapai 96,13% dengan penggunaan lahan didominasi oleh permukiman, perdagangan jasa dan sosial budaya.Penyebab utama penurunan kualitas bangunan kuno adalah kurangnya pendanaan. Penyebab utama penurunan kualitas lingkungan adalah aksesibilitas yang buruk. Pelestarian bangunan kuno dibagi menjadi tiga, yaitu tindakan preservasi 25 bangunan, konservasi 25 bangunan dan rehabilitasi 3 bangunan. Pelestarian lingkungan pada Kawasan Keraton Kanoman, yaitu mengatasi permasalaahn elemen fisik pembentuk Kawasan Keraton Kanoman, penyebab penurunan kualitas lingkungan, dan elemen citra Kawasan Keraton Kanoman.

Kata kunci: pelestarian, bangunan kuno, lingkungan.


ABSTRACT

The purpose of this study is to identify the characteristics of historical buildings and its environment, to identify the causes of decline quality of the historical buildings and its environment, and determine preservation of historical buildings in order to protect both historical buildings and its environment at the Palace Kanoman area. Methods used in this study contain descriptive, evaluative, and development. The condition of historical buildings in the Palace Kanoman area showed a decrease physical quality, as seen from many elements of the building was damaged. A total of 27 historical buildings with untreated conditions, 24 historical buildings used as places of social cultural, and 25 historical buildings have more than 200 years old. Percentage of built area of the available land area in Kanoman Palace reaches 96.13% which land use were dominated by residential, commercial service and social culture. The main reason of the deterioration of historical buildings is the lack of funding. The main reason of environmental degradation is poor accessibility. Referrals preservation of historical buildings are divided into three actions, preservation measures 25 buildings, conservation 25 buildings and rehabilitation 3 buildings. The purpose of environmental preservation for Keraton Kanoman area is to solve physical element’s problems, to determine the factor cause of degradation environmental quality and the image of this historical area.

Keywords: conservation, historical building, environment


arsitektur e-Journal, Volume 3 Nomor 2, Juli 2010 hal. 77-86


PELESTARIAN BANGUNAN DAN LINGKUNGAN

KAWASAN PECINAN PEUNAYONG KOTA BANDA ACEH

PASCA GEMPA DAN TSUNAMI


Nanda Indira Sari, Antariksa, Dian Kusuma Wardhani

Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Jl. Mayjen Haryono 167 Malang 65145, Indonesia, Telp (0341) 567886

E-mail: nandaindirasari@gmail.com


ABSTRAK

Tujuan dari studi ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis karakteristik bangunan dan lingkungan pasca gempa dan tsunami, mengidentifikasi penyebab-penyebab penurunan kualitas bangunan dan lingkungan pasca gempa dan tsunami dan menentukan pelestarian sebagai upaya melindungi warisan budaya berupa bangunan dan lingkungan. Metode yang digunakan adalah deskriptif dan evaluatif. Penyebab penurunan kualitas bangunan pasca gempa dan tsunami antara lain pengubahan status kepemilikan, tingginya biaya perawatan bangunan, pengubahan fungsi bangunan dan pengaruh usia bangunan. Penyebab penurunan kualitas lingkungan pasca gempa dan tsunami antara lain kondisi/situasi politik yang labil, pembauran etnis, peran masyarakat yang rendah dan penurunan aktivitas perekonomian. Pelestarian bangunan kuno terbagi menjadi tindakan preservasi (8 bangunan), konservasi (69 bangunan), dan rehabilitasi atau rekonstruksi (6 bangunan). Pelestarian lingkungan di Kawasan Peunayong antara lain pengoptimalan keberadaan REX Peunayong sebagai daya tarik kawasan dan peningkatan aktivitas perekonomian pasca gempa dan tsunami.

Kata kunci: gempa bumi, tsunami, bangunan kuno, pelestarian


ABSTRACT

The aims of this study is to identify and to analyze characteristics of building and the environment post-earthquake and tsunami, and then to identify the causes of the degradation of historical buildings and the environment quality post-earthquake and tsunami and the last to determine the recommendation of preservation as an effort to protect the cultural heritage of building and environment. The method used in this study is descriptive and evaluative method. The causes of degradation of the building quality post-earthquake and tsunami were the change of ownership, high costs of building maintenance, the change of building function and the age effect from building. The causes of degradation of the environment quality post-earthquake and tsunami were the unstable political situation, ethnic assimilation, the low level of community participation and the construction/reconstruction project after the earthquake and tsunami. The act to protect the ancient buildings are preservation (8 buildings), conservation (69 buildings), and rehabilitation or reconstruction (6 buildings). The act to protect Peunayong environment are optimation of the REX Peunayong existence as a regional attraction and increasing of economy activity after the earthquake and tsunami.

Kata kunci: earthquake, tsunami, historical building, preservation


arsitektur e-Journal, Volume 3 Nomor 2, Juli 2010 hal. 87-101


PELESTARIAN LINGKUNGAN DAN BANGUNAN KUNO

DI KORIDOR JALAN RAJAWALI KOTA SURABAYA


R. Winton Danardi, Antariksa, Septiana Hariyani

Jurnal Perencanaan Wilayah Dan Kota Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Jl. Mayjen Haryono 167 Malang 65145, Indonesia, Telp. +62 341 553286/573944

Email: wintondanardi@gmail.com


ABSTRAK

Tujuan dari studi ini adalah mengidentifikasi karakteristik koridor Jalan Rajawali Kota Surabaya; menganalisis pengaruh faktor kerusakan bangunan kuno dan faktor linkage system terhadap penurunan citra kawasan koridor Jalan Rajawali Kota Surabaya; dan menentukan pelestarian fisik bangunan kuno di koridor Jalan Rajawali Kota Surabaya. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif untuk mengidentifikasi karakteristik fisik Jalan Rajawali; metode deskriptif dan evaluatif untuk menganalisis pengaruh faktor kerusakan bangunan kuno dan faktor linkage system terhadap penurunan citra kawasan; dan metode development menggunakan Analytic Hierarchy Process untuk menghasilkan pelestarian fisik bangunan kuno. Hasil studi, didapat 15 bangunan kuno di koridor Jalan Rajawali, yang terdiri dari satu bangunan preservasi Golongan A (potensial tinggi), sepuluh bangunan rehabilitasi Golongan B (potensial sedang) dan empat bangunan adaptasi Golongan C (potensial rendah).

Kata kunci: Jalan Rajawali, pelestarian lingkungan dan bangunan kuno


ABSTRACT

The purpose of this study is to identify the characteristic of Rajawali street Surabaya; analyze the effect of old building damage factor and linkage system factor to the decrease in image of Rajawali Street Surabaya; and to determine the environmental direction and phisics preservation of old buildings in the corridor of Rajawali Street Surabaya. The research method implemented in this study were descriptive method to identifying the characteristics of Rajawali Street; descriptive and evaluative method to analyzing the influence of old building damage factor and linkage system factor to decrease in the image of Rajawali Street; and development method use Analytic Hierarchy Process to produce cultural meaning that resulted direction of conservation. The results show that there are 15 old buildings on Rajawali Street, consisting of one preservation A tipe old building (high potential), ten rehabilitation B type building (adequately high potential) and four adaptation C type old building (low potential).

Key words: Rajawali Street, preservation of environmental and old buildings


arsitektur e-Journal, Volume 3 Nomor 2, Juli 2010 hal. 102-119


PELESTARIAN BANGUNAN KUNO DAN LINGKUNGAN

DI JALAN PANGLIMA SUDIRMAN KOTA BATU


Yohannes Kinskij Boedihardja, Antariksa, Fadly Usman

Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Jl. Mayjen Haryono 167 Malang 65145, Indonesia, Telp. 62-341-567886

Email: Johanns_kinskij@yahoo.co.id


ABSTRAK

Jalan Panglima Sudirman adalah salah satu jalan utama di Kota Batu yang penting peranannya dalam sejarah perkembangan Kota Batu. Banyak bangunan kuno dengan arsitektur kolonial tersebar di Jalan Panglima Sudirman Kota Batu, tapi seiring dengan perkembangan jaman, banyak bangunan kuno yang terbengkelai dan beralih fungsi menjadi rumah toko. Tujuan studi ini adalah untuk mengidentifikasi karakteristik Jalan Panglima Sudirman di Kota Batu pada masa kolonial Belanda; menganalisis potensi dan permasalahan Jalan Panglima Sudirman di Kota Batu; serta menentukan pelestarian bangunan kuno dan lingkungan Jalan Panglima Sudirman Kota Batu yang dapat memperkuat karakter Jalan Panglima Sudirman Kota Batu. Metode yang digunakan dalam studi ini adalah metode deskriptif untuk mengetahui karakteristik fisik Jalan Panglima Sudirman Kota Batu; dan metode evaluatif untuk mengevaluasi kinerja kegiatan pelestarian dengan Analytic Hierarchy Process dan penilaian makna kultural. Hasil studi, bangunan kuno yang berada di Jalan Panglima Sudirman seluruhnya berjumlah 20 bangunan, yang terdiri dari dua bangunan potensial tinggi, lima bangunan potensial cukup tinggi, empat bangunan potensial sedang, dan sembilan bangunan potensial rendah.

Kata kunci: bangunan kuno, Jalan Panglima Sudirman, pelestarian.


ABSTRACT

Panglima Sudirman Street is one of the main streets in Kota Batu which has a vital role in the development. There are many old buildings with colonial architectures distribute on the street. Nevertheless, as time goes by, there are many of these old building which are not well taken care of and their functions are altered, e.g. becoming shop houses. The objectives of this study are to identify the characteristics of Panglima Sudirman Street in Batu Town during Dutch colonial time; to analyze the potentials and problems of the street; and to determine the directions and strategies to conserve the buildings and the Panglima Sudirman environment. The research method implemented in this study was a descriptive method to find the characteristics of Panglima Sudirman Street in Batu Town. Further, an evaluative method was utilized to evaluate the performance of conservation activities using Analytic Hierarchy Process and cultural meaning evaluation. The findings show that there are 20 old buildings on Panglima Sudirman Street of Batu Town, consisting of two highly potential old buildings, five adequately high potential old buildings, four mediocre potential buildings, and nine low potential buildings.

Key words: old buildings, Panglima Sudirman Street, conservation.


arsitektur e-Journal, Volume 3 Nomor 2, Juli 2010 hal. 120-136


PELESTARIAN LINGKUNGAN DAN BANGUNAN KUNO BERSEJARAH KAWASAN KAYUTANGAN KOTA MALANG


Tito Luthfi Novianto Rizaldi, Septiana Hariyani, Dian Kusuma Wardhani

Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Jl. Mayjen Haryono 167 Malang 65145, Indonesia, Telp (0341) 567886

email: detitto_rizaldy@yahoo.co.id


ABSTRAK

Tujuan dari studi ini adalah untuk mengidentifikasi sejarah dan karakteristik Kawasan Kayutangan, mengidentifikasi perubahan dan faktor-faktor penyebab terjadinya perubahan, serta menentukan pelestarian dalam melindungi lingkungan dan bangunan kuno bersejarah. Metode yang digunakan adalah deskriptif dan evaluatif (analisis faktor, analisis before-after dan analisis makna kultural). Faktor penyebab utama perubahan bangunan pada koridor Jalan Basuki Rahmat adalah status kepemilikan, ekonomi, dan perangkat hukum, sedangkan faktor penyebab utama perubahan bangunan pada perkampungan Kayutangan adalah sosial budaya, bahan bangunan tidak tahan lama, dan selera pemilik. Arahan pelestarian lingkungan pada Kawasan Kayutangan lebih menitikberatkan pada perlindungan dan pelestarian elemen citra kawasan (landmark, nodes, path, district, dan edges). pelestarian bangunan kuno bersejarah pada Kawasan Kayutangan dibagi menjadi tindakan preservasi (9 bangunan), konservasi (36 bangunan) dan rehabilitasi (45 bangunan).

Kata kunci: pelestarian, lingkungan, bangunan kuno bersejarah


ABSTRACT

The purpose of this study is to identify the history and characteristics Kayutangan area, to identify the change and the factors causing the changes, and to determine the direction of environmental protection and conservation in historic ancient buildings. The method used in this study is descriptive and evaluative (factor analysis, before-after analysis, and cultural sense analysis). Primary factor caused building changed in the Basuki Rahmat corridor are the ownership status, economic and legal instruments, while the primary factor caused building changed in the township Kayutangan are social culture, building materials are not durable, and owners perception. The direction of environmental conservation in Kayutangan focused on the protection and preservation of area image elements (landmarks, nodes, paths, district, and edges). Conservation of historic ancient buildings in Kayutangan area is divided into preservation (9 buildings), conservation (36 buildings) and rehabilitation (45 buildings). Metode yang digunakan adalah deskriptif, evaluatif, dan development. Faktor penyebab utama perubahan bangunan pada koridor jalan Basuki Rahmat adalah status kepemilikan, ekonomi, dan perangkat hukum, sedangkan faktor penyebab utama perubahan bangunan pada perkampungan Kayutangan adalah sosial budaya, bahan bangunan tidak tahan lama, dan selera pemilik. Arahan pelestarian lingkungan pada kawasan Kayutangan lebih menitikberatkan pada perlindungan dan pelestarian elemen citra kawasan yakni landmark, nodes, path, district, dan edges.Arahan pelestarian bangunan kuno bersejarah pada kawasan Kayutangan dibagi menjadi tindakan preservasi (9 bangunan), konservasi (36 bangunan) dan rehabilitasi (45 bangunan).

Keywords: conservation, environmental, historical buildings


Copyright © 2010 by Antariksa

Categories: Uncategorized Tags: