Archive

Archive for January, 2012

arsitektur e-Journal, Volume 4 Nomor 3, November 2011

January 14th, 2012 Comments off

arsitektur e-Journal, Volume 4 Nomor 3, November 2011 hlm. 143-155

TIPOLOGI FASADE BANGUNAN KOLONIAL

DI KORIDOR JALAN LETNAN JENDERAL SOEPRAPTO

KOTA SEMARANG

Bunga Indra Megawati, Antariksa, Noviani Suryasari

Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Jl. Mayjen Haryono 167 Malang 65145 Telp.0341-567486

e-mail: ninja_archi@yahoo.com


ABSTRAK

Bangunan kolonial Belanda menjadi titik awal dari studi yang dapat memberikan pengetahuan tentang tipologi fasade dan perkembangan bentuk arsitektur kolonial berlandaskan kebudayaan lokal dan iklim tropis. Bentuk–bentuk arsitektur tersebut dapat menjadikan cermin bangunan-bangunan kolonial di Indonesia. Dalam studi ini, digunakan metode deskriptif-eksploratif, dan pemilihan sampelnya digunakan purpossive sampling, kemudian dilanjutkan dengan metode deskriptif-kualitatif dibantu dengan metode kuantitatif. Variabel yang dijadikan bahan antara lain adalah era pembangunan, elemen fasade bangunan, dan komposisi fasade bangunan. Hasil studi ditemukan empat periode pembangunan, yaitu pada abad ke-18, abad ke-19, abad ke-20 serta setalah abad ke-20, dan disetiap periode memiliki tipe fasade bangunan kolonial (elemen kepala bangunan, badan bangunan, dan kaki bangunan). Selain perbedaan periodesasi juga terdapat perbedaan fungsi–fungsi yang berbeda, yaitu sebagai tempat ibadah, perkantoran, perdagangan dan hunian. Tipologi berdasarkan elemen fasade bangunan mampu memberikan hasil visual terhadap kasus terpilih, yaitu 18 buah bangunan diketahui mempunyai morfologi elemen bangunan terhadap iklim. Secara umum disebutkan bahwa karakter visual dan tipe setiap tipologi fasade bangunan memiliki beberapa jenis atap, yaitu atap perisai, pelana, kubah serta kombinasi pada bentuk gable dan tower. Berdasarkan komposisi bangunan memiliki tipologi yang berbeda di setiap kasus bangunan antara lain memiliki sumbu yang simetris, dengan ritme atau perulangan pada elemen pembentuk fasade seperti pintu dan jendela yang dinamis, serta hirarki terpusat dengan nilai yang tinggi pada ukuran dan peletakkan entrance.

Kata kunci: tipologi, fasade, kolonial


ABSTRACT

The Dutch colonial buildings to be the first point of study which can given a knowledge relating to façade typologies, and the development of colonial architecture form is based on local culture and tropical climate. The architectural forms can construct a reflection of colonial buildings in Indonesia. This study used descriptive-exploratory methods, and the selection of the sample used purposive sampling methods, and then to analysis is used descriptive-qualitative method, which assisted with quantitative methods. Variables are used as aspect among others, is the era of development, building facade elements, and the composition of the building facade. The results study show four periods construction as in 18th, 19th, 20th and after 20th centuries, and each period had its own façade typology type (the head of the building element, body of the building, and foot of the building). Besides the different periods is found different functions, as place for pray, office, commerce and dwellings. Typology based on building façade elements be able to give visual result concerning selected cases, it results 18 buildings known have morphologies building elements toward climates. Generally, as is mention that visual character and every typology building façade types have several kind of roof shapes, which are angular roof (perisai), domes (pelana kubah), and combine gable and tower. Based on building compositions is have typology which different in every building cases, such as symmetric axes with its rhythm or repetition on its façade elements; as doors, windows which dynamic, and centralized hierarchy with high values on the sizes and entrance positioning.

Keywords: typology, façade, colonial

arsitektur e-Journal, Volume 4 Nomor 3, November 2011 hlm. 156-173

TATA RUANG DALAM RUMAH PENINGGALAN

MASA KOLONIAL DI TEMENGGUNGAN KOTA MALANG


Lintang Satiti Mahabella, Antariksa, Noviani Suryasari

Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Jl. Mayjen Haryono 167, Malang 65145, Telp. 0341-567486

e-mail: lintang.mahabella@gmail.com

ABSTRAK

Peninggalan masa kolonial yang banyak ditemukan di Kota Malang antara lain adalah bangunan pemerintahan, dan rumah tinggal. Studi ini dilakukan pada tata ruang dalam rumah peninggalan masa kolonial di Temenggungan Kota Malang. Pembahasan ini dilakukan untuk mengetahui dan menggambarkan tata ruang rumah kolonial yang ada di kawasan studi, yang telah ada sejak masa kolonial. Tujuan studi ini adalah untuk menggambarkan tata ruang dalam rumah peninggalan masa kolonial di Temenggungan Kota Malang, diikuti oleh perubahan yang terjadi beserta faktor yang menyebabkan perubahan yang ada. Studi dilakukan dengan metode deskriptif, yang diawali oleh penentuan variabel dan sampel studi, sesuai dengan topik yang diangkat. Hasil studi menunjukkan tata ruang dalam rumah peninggalan masa kolonial di Temenggungan Kota Malang, tersusun atas tatanan zona publik di bagian depan rumah, diikuti dengan penataan zona semipublik, dengan zona privat di sisi kanan dan kiri zona semipublik. Perubahan terjadi pada beberapa rumah peninggalan masa kolonial di Temenggungan Kota Malang, disebabkan oleh beberapa faktor, yang meliputi faktor ekonomi, kebutuhan manusia akan ruang (privasi), bertambahnya jumlah penduduk, faktor sosial ekonomi, dan aksesibilitas ruang yang cepat.

Kata Kunci: tata ruang dalam, rumah, arsitektur kolonial, perubahan

ABSTRACT

The legacy of colonial which are found in Malang city, are government buildings and residences. This study is conducted on spatial patterns in the relics of the colonial house in Temenggungan Malang. The purpose of this study is to describe spatial patterns in the relics of the colonial house in Temenggungan Malang, followed by changes that occur and the factors that cause the changes. The study is conducted with descriptive method, which are begins by determining the variables and the study sample, according to the topics which are rose. The results from the analysis data showed a pattern of spatial of the relics colonial houses in Temenggungan Malang, composed of public order in the front zone of the house, followed by the arrangement of semi-public zones, with a private zone on the right and left side of the semi-public zone. Changes that are occur in some of the relic’s colonial houses in Temenggungan Malang, caused by several factors, including economic factors, the human need for space (privacy), increase of population, socioeconomic factors, and the faster spatial accessibility.

Keywords: spatial pattern, houses, colonial architecture, changes

arsitektur e-Journal, Volume 4 Nomor 3, November 2011 hlm.174-184

VITALITAS KAWASAN BERSEJARAH

PT GARAM KALIANGET-MADURA


Siti Nuurlaily R, Antariksa, Nindya Sari

Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Jl. Mayjen Haryono 167 Malang 65-Telp (0341)567886

e-mail: nuurlaily.90_plano@rocketmail.com

ABSTRAK

Pada abad ke-19 Pulau Madura adalah produsen garam satu-satunya di Indonesia terletak di kawasan Kalianget. Keberadaannya yang tersisa adalah bangunan-bangunan kuno dengan ciri khas Belanda. Saat ini kawasan Kalianget mengalami penurunan kawasan, yaitu terdapatnya bangunan kuno yang kosong dan sebagian bangunan kuno mengalami kerusakan. Tidak adanya dokumen yang mengatur tentang benda-benda cagar budaya menimbulkan kesemrawutan perawatan bangunan kuno. Namun adanya tujuan pemerintah untuk menjadikan kawasan Kalianget sebagai wisata kota tua, maka dibutuhkan tinjauan mengenai vitalitas kawasan. Tujuan studi ini untuk mengidentifikasi dan menganalisis tingkat vitalitas serta faktor penyebab penurunan vitalitas kawasan Kalianget. Metode yang digunakan adalah deskriptif-evaluatif dengan menggunakan teknik scoring serta metode evaluatif untuk mengetahui faktor yang menyebabkan penurunan vitalitas kawasan. Hasil studi ini menunjukkan bahwa kawasan bersejarah PT Garam Kalianget berada pada tingkat rendah, atau dalam kondisi mati. Faktor penyebab penurunan vitalitas kawasan, yaitu pertama, faktor ekonomi, kurangnya pendanaan (pemerintah dan pemilik bangunan) untuk merawat dan menjaga bangunan kuno; kedua, fisik bangunan, terjadi penurunan pemanfaatan bangunan kuno (pengosongan bangunan kuno); ketiga, faktor sosial, rendahnya partisipasi masyarakat terhadap kawasan bersejarah (masyarakat penghuni bangunan kuno dan non penghuni bangunan kuno).

Kata kunci: kawasan bersejarah, vitalitas, faktor penurunan, vitalitas kawasan.

ABSTRACT

In the 19th century, Madura Island is the only salt producer in Indonesia located in the sub district of Kalianget. The existence that remains is old buildings with Dutch architecture characteristic. At the present time Kalianget sub district have an area decrease that there are be found some of the buildings are left empty without someone living and some of the buildings have damage condition. This condition is probably caused of the lack documents related to regulate in managing the building preservation give and disorganized in protection of the old buildings. However with government purpose for Kalianget sub district as old city tourism, then need contemplation on area vitality. The aims of this study are to identification and analyze the level of vitality and causal factor of the decrease Kalianget sub district. Research methods use in this study is dealing with descriptive-evaluative using scoring technique and valuation method to identify the causal decrease on the sub district. The result of this study shows that historical area of on salt factory of PT Garam Kalianget placed in the low level or in dead condition. The causal factor of vitality decrease area, first is the economic factor, shortcoming financing (government and owner of building) for caring and protect the old buildings; second, is physical building, it occur in decreasing to make use of old buildings (clearing of old building); third, social factor, too short of community participation in historical area (community occupant of old buildings and community non occupant of old buildings).

Keywords: historic area, vitality, decrease factor, vitality area

arsitektur e-Journal, Volume 4 Nomor 3, November 2011 hlm.185-197

PERUBAHAN KAWASAN JALAN BRIGJEN SLAMET RIYADI

(ORO-ORO DOWO) KOTA MALANG


Dessy Aliana Rachmawati, Antariksa, Dian Kusuma Wardhani

Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Jl. Mayjen Haryono 167 Malang 65145; Telp (0341) 567886

e-mail: dhe_zzz@yahoo.co.id

ABSTRAK

Tujuan dari studi ini adalah untuk mengidentifikasi sejarah, perkembangan, dan karakteristik kawasan, serta mengidentifikasi perubahan dan menganalisis penyebab perubahan kawasan. Metode deskriptif digunakan untuk mengidentifikasi sejarah, perkembangan, dan karakteristik kawasan, serta menganalisis tipe perubahan perkembangan dan fungsi kawasan. Metode evaluatif digunakan untuk menganalisis perubahan dan penyebab perubahan kawasan, termasuk di dalamnya perubahan dan penyebab perubahan bangunan kuno sebagai bagian dari karakter masa lampau kawasan. Hasil studi menunjukkan bahwa perkembangan kawasan tidak hanya mencakup fisik, namun juga unsur non fisik (sosial, ekonomi dan politik/kebijakan pemerintah) yang mempengaruhi proses terjadinya perubahan. Perkembangan kawasan menunjukkan bahwa kawasan mengalami perubahan dari tipe perkembangan horizontal ke perkembangan interstisial. Perubahan kawasan dengan sinkronik-diakronik menunjukkan pengaruh perkembangan aspek sosial, ekonomi dan politik terhadap fisik kawasan yang ternyata saling memiliki keterkaitan. Namun pengaruh masing-masing aspek tersebut tidak sama pada setiap periode waktu. Penyebab perubahan kawasan disebabkan oleh faktor aktivitas ekonomi dan politik (kebijakan pemerintah), sedangkan kondisi sosial tidak terbukti memilki korelasi sebagai penyebab perubahan. Penyebab perubahan bangunan terdiri dari tiga kelompok faktor, yaitu faktor pertama terkait dengan bangunan dan pemilik, faktor kedua terkait dengan kawasan dan faktor ketiga terkait dengan non fisik (desain dan hukum).

Kata kunci: perkembangan, perubahan


ABSTRACT

The purposes of this study are to identify history, development and characteristics of the area, and to identify the changes that occur to the area and to analyze the cause of area changes. Descriptive method used to identify history, development of the area, and to identify the characteristic. In addition, it analyzes the type of development changes and function of the area. Evaluative method used to analyze changes and to analyze causal changes in the area, which also the causal changes of old buildings as a part of the past character area. The result of this study showed that the development of area involved not only physical aspect, but also non-physical aspects (social, economic and politics or government policies) that influenced the process of change. The development of area showed that the area changed from horizontal to interstitial type. The changes of area used synchronic-diachronic analyze showed the influence of development aspects as social, economy, and political aligned with physically area which apparently have interrelatedness. However the influence of each aspect is not the same in every period of time. The causal of area changed cause of economic activity factor and politic (government policies), and the social condition have no correlation as causal change. The causal changes of the old building consist of three group’s factor, the first factor is interrelated with building and the owner, the second factor is interrelated with the area, and the third factor is interrelated with non physical (design and regulation).

Key words: development, changes

arsitektur e-Journal, Volume 4 Nomor 3, November 2011 hlm.198-210

PERUBAHAN KAWASAN KAMPUNG TUGU JAKARTA UTARA


Dana Adisukma, Antariksa, Dian Kusuma Wardhani

Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Jalan MT. Haryono 167 Malang 65145, Indonesia. Telp. +62-341-567886

e-mail: d_adisukma@ymail.com

ABSTRAK

Tujuan studi ini adalah untuk mengidentifikasi karakteristik dan perubahan kawasan Kampung Tugu serta menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan kawasan Kampung Tugu Jakarta Utara. Metode yang digunakan dalam studi ini adalah metode deskriptif-evaluatif. Karakteristik kawasan Kampung Tugu diidentifikasikan berdasarkan atribut pembentukan kawasan. Perubahan kawasan Kampung Tugu dapat dilihat pada perubahan penggunaan lahan, aksesibilitas dan elemen pembentuk kawasan. Berdasarkan analisis sinkronik-diakronik dapat disimpulkan bahwa perubahan kawasan Kampung Tugu dipengaruhi oleh faktor ekonomi dan politik. Berdasarkan analisis faktor terdapat tiga faktor utama yang mempengaruhi perubahan kawasan Kampung Tugu. Faktor I adalah sejarah kawasan dan atraksi budaya, faktor II adalah landmark dan aktifitas kawasan dan faktor III adalah masyarakat.

Kata kunci: perubahan kawasan, Kampung Tugu

ABSTRACT

The purpose of this study is to identify the characteristics and changes in Kampung Tugu area and analyze factors that influence the changes in Kampung Tugu area, North Jakarta. The method used in this study is descriptive-evaluative method. Ccharacteristics of Kampung Tugu area identified based on the form attributes of the area. Changes in Kampung Tugu area were seen in land use, accessibility and the forming elements of the area. Based on the synchronic-diachronic analysis it concluded that the changes in Kampung Tugu area affected by economic and political factors. Based on the factors analysis, there are three main factors that affected changes in Kampung Tugu area. The first factors historyy of the area and cultural attractions, the second factors is landmarks and activities of the area and the third factor is the citizen.

Keywords: changed area, Kampung Tugu

Antariksa © 2011

Categories: Uncategorized Tags:

BANGUNAN LAMA DI KOTA JOGJAKARTA 2

January 3rd, 2012 Comments off




Categories: Uncategorized Tags:

BANGUNAN LAMA DI KOTA JOGJAKARTA 1

January 3rd, 2012 Comments off




Categories: Uncategorized Tags: